adelinafransiska79

Without God we're nothing :"))

Ah Long :)

on May 28, 2013

Berbagi cerita dulu ya teman2 

“AH LONG” Usianya baru enam tahun, tetapi dia sudah harus merasakan bagaimana hidup seorang diri. Ah Long, kehilangan kedua orang tuanya karena penyakit AIDS yang merenggut nyawa mereka. “jangan dekati atau bermain dengannya” demikian para orangtua melarang anaknya bermain dengan Ah Long. “maaf, kami terpaksa harus mengeluarkan kamu dari sekolah karena anak-anak dan para orang tua merasa takut dengan kehadiranmu,”kata kepala sekolah kepadanya. “kamu harus tinggal sendiri di rumah orang tuamu, nenek tidak bisa mengambil resiko untuk hidup bersamamu Ah Long, “kata neneknya. “awas saja kalau kamu masih berani datang ke sekolah, kami akan mencelakakanmu, “beberapa orang tua wali murid mengancam” . warga yang menaruh kasihan kepadanya kadang memberikan beras, pakaian bekas, dll. Neneknya hanya sesekali saja datang untuk  memasak makanan baginya. Bahkan dokter pun tidak mau mengobatinya apabila ia sakit. Ah long kini mengerti bahwa tidak ada seorang pun yang mendekatinya termasuk nenek kandungnya, kecuali seekor anjing yang masih setia bersamanya. (sedih sekali ya teman-teman, ga terbayang deeh)

Ia masih terlalu kecil untuk mengerti, tetapi ia tidak pernah bertanya mengapa hidupnya begitu berat. Terlihat wajah yang jarang menampakkan kesedihan, bahkan ia seperti menikmati hidupnya yang demikian berat. (salut sama kamu diik -_-) ia hanya bisa bermain dan bercerita kepada anjing, yang selalu menjadi sahabat dan teman hidupnya. Ia hanya tau bahwa ia dikucilkan oleh warga desa Gn (ya Tuhan, kasihan sekali adik ini L aku ngga senggup jika aku ada di posisi dia ya Tuhan ) malu di provinsi Guangxi, Tiongkok karena ia adalah anak dari orang yang mengidap penyakit AIDS dan didalam daranhya mengalir virus HIV. Kadang ada warga yang memberikan Koran kepadanya untuk dibaca agar ia tidak tertinggal berita luar.

Sekalipun hidup terisolasi dari  masyarakat, tetapi ia tidak bersedih dan menangisi hidupnya. Justru disaat seperti ini, ia menunjukkan bahwa ia bisa mengurus hidupnya sendiri. Kini di usia yang masih belia, tangan-tangan nya yang masih mungil sudah bisa mencuci pakaian, memasak bahkan menanam cabai, daun bawang, serta sayur-sayuran untuk dijual ke pasar demi mendapatkan uang. (lagi-lagi adik ini buat aku tersentuh teman2, aku yang jauh berbeda dengan ah long ini, adik yang benar2 memberikan pelajaran berarti buatku ) Ia tidak mengeluh, tetapi ia tetap berusaha dan belajar bagaimana mempertahankan hidup. Ia juga tidak takut kepada kesehatannya. PuJi Tuhan teman2, kalau sampai saat ini kita masih diberkati Tuhan dengan kesehatan dan keluarga yang mencintai kita. Hidup terisolasi dari keluarga dan lingkungan bukan lah kehidupan yang bahagia, apalagi dialami seorang anak yang berusia 6 tahun seperti Ah Long.

Nah teman2, mari kita belajar dari Ah Long yang tidak pantang menyerah didalam menghadapi liku-liku kehidupannya. Ia mau berusaha dan tetap bekerja bahkan belajar hidup mandiri untuk mempertahankan hidupnya. Masalah apapun yang kita alami saat ini, jangan jadikan itu sebagai alasan untuk membuat kita berhenti melangkah. Tetaplah berjalan sekalipun itu sangat sulit, karena Tangan Tuhan yang selalu menopang dan menguatkan kita  :*

Sekian ceritaku teman  semoga bermanfaat dan salam sejahtera 

God bless us forever                 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: